Pengaruh Televisi Terhadap Anak

Melihat kenyataan yang sering terjadi akhir-akhir ini bahwa peggunaan televisi, khususnya dalam  suatu keluarga tidak mendapatkan perhatian khusus. Bahkan orangtua acap kali membiarkan anak betah berjam-jam dilayar televisi. Padahal tanpa disadari dampak dari televisi bisa mengakibatkan hal yang negatif bagi perkembangan anak.

Pertama, menurunnya kepekaan, suatu kondisi psikologis dimana anak-anak menurun kepekaannya terhadap stimulun yang diterima. Penurunan kepekaan yang paling banyak terjadi adalah hilangnya kepekaan terhadap kekerasan. Rata-rata orang akan merasa miris melihat kekerasan yang tampak didepannya. Sebaliknya, orang yang kehilangan kepekaan tidak merasakan hal sama. Mereka akan tenang-tenang saja bahkan di beberapa kasus akan mendukung kekerasan yang dilakukan oleh model.

Kedua, kondisi dan gerak fisik. Acara televisi memang semakin hari semakin kompetitif, begitupun acara-acara yang disajikan khusus untuk anak-anak. Mulai pagi hari misalkan, anak-anak bisa menonton sajian acara khusus anak-anak seperti Spongebob, Dora, Diego, Tom & Jerry, Avatar,  dan sebagainya. Salah satu dampak dari semakin berkurangnya gerak adalah perkembangan otak bisa mengalami hambatan. Padahal gerak itu penting untuk membuat otak dapat tumbuh dan berfungsi secara optimal. Selain itu, saat nonton televisi banyak anak yang melakukannya sambil makan snack (ngemil) dan kelamaan bisa obesitas.

Ketiga, nilai-nilai hidup anak. Di dalam setiap acara ada nilai- nilai yang secara sengaja atau tidak sengaja diperjuangkan oleh pembuat. Nilai-nilai yang paling banyak diajarkan adalah kebebasan materialisme, hedonisme, komsumtif dan sebagainya. Salah satu bentuk kebebasan adalah anak bebas dan bertindak kepada orangtua yang pendapatnya tidak disetujui anak. Sering kita melihat anak-anak berbicara tanpa sopan santun. Ditelevisi orang bebas makan sambil berjalan dan berlari. Memang tidak semua film mengajarkan nilai-nilai seperti diatas, untuk itu orangtua juga ikut selektif dalam menentukan mana acara yang cocok buat anak dan yang mana tidak.

Keempat, kemampuan bersosialisasi. Seorang anak dapat melihat acara televisi selama berjam-jam. Boleh jadi karena orangtuanya memang mendorong agar tidak banyak mengganggu aktifitas orangtua. Akibatnya, anak menjadi sangat kurang aktifitas bersama orang lain. Resikonya adalah kemampuan bersosialisasi anak menjadi kurang optimal perkembangannya.

Kelima, kekerasan dan agresivitas. Anak-anak yang menonton sajian kekerasan menjadi berprilaku agresif. Bukti-bukti empiris yang pernah kita dengarkan dari kehidupan nyata adalah terjadinya kekerasan (mendorong temannya dari rumah susun) bahkan pembunuhan karena banyak anak-anak yang menonton acara smack down

Keenam, pornografi. Banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa sajian pornografi dari film-film televisi atau sajian pornografi lain memberi pengaruh terhadap sikap dan perilaku pornografi. Beberapa kasus dalam masyarakat menunjukkan anak-anak dan remaja  yang suka menonton adegan pornografi melakukan perbuatan pelecehan kekerasan termasuk pemerkosaan.

Topik yang berhubungan:

pengaruh sajian televisi bagi anak, pengaruh televisi terhadap agresivitas anak, pengaruh televisi terhadap siswa, pengaruh televisi terhadap anak, adakah pengaruh televisi terhadap agresivitas anak, pengaruh sajian televisi bagi metal anak-anak, pengaruh televisi agresi pada anak, pengaruh televisi bagi anak anak di bawah umur, pengaruh televisi terhadap anak di bawah umur, pengaruh televisi terhadap anak dibawah umur

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>