Menghadapi Anak Yang Suka Mencuri

Pada dasarnya mencuri dalam tahap pertumbuhan anak mempunyai arti yang berbeda-beda. Dan apabila si anak melakukan hal tersebut secara berulang-ulang, maka orangtua harus segera mencari penyebab sebelum menjadi kebiasaan buruk yang akan sulit dihilangkan.

Kadang-kadang, seorang anak untuk mendapatkan perhatian dan mengatasi rasa sepi malakukan suatu hal yang menarik perhatian, salah satunya yaitu mencuri. Berikut beberapa hal penting yang harus diperhatikan tentang anak yang suka mencuri.

1. Mencuri Pada Anak yang Lebih Tua.

Ada beberapa kasus, seorang anak mencuri uang (milik teman ataupun orangtua) si anak berusaha membeli pertemanan dan kasih sayang dari teman-temannya sebagai bentuk ekspresi diri. Kesepian menjadi salah satu faktor  yang paling masuk akal. Si anak merasa kurangnya kedekatan hubungan dengan orangtuanya. atau bahkan si anak mempunyai kesulitan dalam bergaul.

Tindakan pencurian juga dapat timbul karena adanya rasa benci, adanya rasa cemburu, adanya perasaan takut dan lain-lain. Dan si anak melakukan pencurian demi mendapatkan tempat dan perhatian.

Mengatasi hal tersebut adalah dengan menegur anak dengan tegas dan tidak ada orangtua dimana pun yang akan membenarkan perilaku tersebut.

2. Waspada Sejak Dini

Apabila orangtua menemukan benda-benda yang bukan milik si anak, orangtua langsung mengambil tindakan dengan menyelidiki barang- barang tersebut hanya pinjaman atau curian? Serta memberikan pemahaman kepada anak bahwa melakukan pencurian adalah tidakan yang tidak dibenarkan sama sekali.

3. Perhatian Orangtua terhadap anak yang Lebih muda.

Kadang seorang anak berusia masih muda (usia 3 tahun)  suka mengambil benda milik orang lain. walaupun sebenarnya niat mereka bukan untuk mencuri. Di usia muda tersebut pada dasarnya belum memahami konsep kepemilikan terhadap barang oranglain.

4. Menghadapi Persoalan Pencuria anak secara bijak.

Sebagai orangtua harus mampu memberikan pemahaman kepada anak tentang perbedaan yang mana perilaku buruk dan prilaku baik. Karena anak belum tentu paham jika apa yang telah dilakukannya itu adalah sebuah masalah besar.

Apabila orangtua sudah merasa yakin bahwa si anak telah melakukan pencurian, maka orangtua harus memberitahu dengan tegas bahwa barang tersebut BUKAN milik si anak. Lalu orangtua mencari informasi asal muasal barang tersebut, dan menegaskan kepada anak harus mengembalikan barang tersebut kepada pemilik yang sebenarnya. Orangtua dapat menemani si anak untuk mengembalikan barang tersebut kepada pemilik yang sebenarnya. Dengan cara seperti ini dapat menjadi salah satu pelajaran penting kepada anak tentang menghormati milik orang lain, membiasakan diri meminta sebelum menggunakan barang orang lain

Apabila si anak telah melakukan pencurian secara berulang-ulang dan sudah menjadi kebiasaaan, sebaiknya  orangtua mencari akar permasalahan dari timbulnya masalah ini. Dan jika perlu, sebaiknya orangtua berkonsultasi dengan psikolog atau konselor yang dapat membantu terutama sekali terhadap anak yang parah.

Jangan sampai tindakan kecil dapat menjadi benih untuk sebuah perampokan besar!!!

Topik yang berhubungan:

mengatasi anak yang suka mencuri, cara mengatasi anak yang suka mencuri, cara mendidik anak yang suka mencuri, anak suka mencuri, mengatasi anak yg suka mencuri, cara mengatasi anak yang suka mencuri uang, mengatasi anak suka mencuri, cara mengatasi anak suka mencuri, menghadapi anak yang suka mencuri, cara mengatasi anak yg suka mencuri

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>