Kisah Burung Perkutut di Sangkar Emas

Suatu hari ada seorang saudagar kaya yang hobinya memelihara burung perkutut. Saudagar tersebut cukup banyak memelihara burung perkutut dan burung-burung itu dipelihara dalam sebuah kurungan/sangkar yang berbentuk sangat indah. Elihat indahnya sangkar tersebut bisa dipastikan bahwa harganya cukup mahal.

Bahkan ada beberapa burung yang mendapatkan fasilitas sangkar yang paling mahal yang konon katanya berlapis emas karena konon juga burung-burung itu dapat bicara seperti layaknya manusia.

Sungguh luar biasa betapa seekor burung bisa mendapatkan rumah yang berlapiskan emas. Mungkin hal ini karena rasa cinta dari saudagar yang begitu besar terhadap burung peliharaannya.

Sebelum pergi, setiap pagi sang saudagar selalu memberi makan burung-burungnya terlebih dahulu. Betapa senang hatinya telah bisa memberikan segala yang terbaik bagi burung-burung peliharaannya.

Suatu hari, sang saudagar ingin mengetahui apakah burung peliharaannya tersebut juga merasa bahagia seperti dirinya. Maka untuk itu saudagar itu mendatangi burung perkututnya yang berada disangkat yang berlapis emas burung-burung yang konon bisa bicara layaknya manusia.

Sungguh kaget saudagar tersebut mendengar jawaban burung perkututnya bahwa mereka belum merasa bahagia dan burung perkututpun ingin bisa hidup dialam bebas dan bisa melakukan apa yang terbaik buat mereka.

Meskipun berat hati pada akhirnya sang saudagar mau juga melepaskan burung perkututnya satu persattu ke alam bebas. Namun, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam sang saudagar tadi benar-benar baru menyadari bahwa makna kebahagiaan bagi dirinya ternyata sangatlah jauh berbeda dengan yang dimaksud burung-burung tadi.

Begitu juga dengan kita terhadap anak-anak. Karena rasa sayang orangtua yang begitu besar, sering kali orang tua banyak mengekang anak seperti burung dalam sangkar. Begitu pula halnya dengan guru disekolah. Kita telah mengurung kebebesan anak didik seperti burung dalam sangkar, dengan maksud yang baik, para guru mengajarkan apa saja yang dianggap baik dan berguna pada murid, memberikan tugas yang wajid dikerjakan setiap hari, memerintahkan untuk menghafal nama-nama kota dan sebagainya. Namun, apakah hal ini membuat murid kita bahagia? Sebenarnya semua murid kita jauh lebih menginginkan kebebasan dalam belajar, kebebasan dalam berpikir, kebebasan memilih ekspresi mereka masing-masing, kebebasan untuk belajar sesuai dengan gaya mereka masing-masing.

Pernahkah kita bertanya kepada murid-murid, apakah yang telah diberikan itu membuat mereka bahagia? Mari biasakanlah untuk selalu bertanya apakah anak kita bahagia dengan apa yang kita berikan. Apa sebenarnya yang bisa membuat anak bahagia dan apa sebenarnya yang diinginkan anak dari orangtua atau gurunya?

mari kita berikan kebebasan pada anak untuk bisa mengekspresikan keunggulan masing-masing agar mereka bisa terbang untuk mencapai puncak cita-citanya yang tertinggi. Hidup mandiri dan tidak hanya bisa hidup di dalam sangkar emas yang selalu tergantung pada orang lain yang memberinya makan setiap hari.

Topik yang berhubungan:

Sejarah burung perkutut, sejarah perkutut, Burung perkutut, cerita burung perkutut, kisah burung perkutut, Perkutut paling mahal, sangkar burung perkutut, Cerita perkutut, perkutut mahal, burung perkutut paling mahal

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>