Anak Yang Berbicara Gagap

Hasil penelitian dan data statistik, dari setiap 1.000 orang terdapat delapan orang yang menderita gagap. Apakah anak kita termasuk didalam delapan orang tersebut? Jawabannya adalah belum tentu. Kenapa?? Karena menurut statistik pula bahwa anak-anak normal dan berumur antara 2-5 tahun akan memperlihatkan gejala semacam gagap dalam berbicara, dengan mengucapkan 45 sampai 100 kali ulangan setiap mengucapkan 1.000 kata.

Menurut beberapa sumber, ada 4 penyebab gagap, yaitu sebagai berikut :

1. Menurut K.Dunlap, gagap juga dapat disebabkan karena anak mengalami kejutan yang hebat (shock). Misalnya anak menyaksikan peristiwa sadis seperti pembunuhan, pemerkosaan, perampokan, dan sebagainya. Besar Kecilnya kejutan sangat relatif. Artinya ada anak telah mengalami shock dalam satu peristiwa sedangkan belum bagi anak yang lain.

2. Sikap Orangtua yang ororiter, main bentar, bahkan main pukul. Anak menjadi serba salah. Sikap seperti ini akan mengakibatkan anak menjadi rendah diri. Anak pun akan ragu dalam bertindak termasuk dalam berbicara.

3. Masih menurut K.Dunlap dalam bukunya Journal of Comparative Psychology, menyatakan bahwa gagap dapat disebabkan oleh kekurangan makan. Orang yang gagap biasanya adalah pemakan sayuran (vegetarian). Kurangnya zat-zat yang terdapat dalam daging, telur dan sebagainya, menyebabkan daya tahan jasmaniah menurun, termasuk susunan syaraf. Anak dalam kondisi semacam itu mudah menjadi gagap.

4. Menurut Wendell Johnson dalam bukunya Stuttering in Children and Adults, gagap bisa disebabkan orang tua yang terlalu kritis. Misalnya jika mendengar ucapan anak salah sedikit saja orang tua sudah memberikan koreksi. Akibatnya anak takut mengucapkan kata-kata sehingga menjadi gagap.

Mari kita bicarakan masalah penyembuhannya (terapi) dan cara penyembuhannya pun disesuaikan dengan sebab-sebab timbulnya gagap tersebut. Yaitu sebagai berikut :

a. Anak gagap yang disebabkan oleh makanan yang kurang baik dapat disembuhkan dengan mengubah menu makanan mereka sampai gizi terpenuhi. Anak yang vegetarian perlu mengkomsumsi daging. Jika anak tidak mau makan daging, daging dapat di campur dalam makanan yang disukainya.

b. Anak dibawa ke tempat terbuka seperti Pantai, pegunungan, sawah. Ditempat tersebut anak dapat disuruh untuk berteriak sekeras kerasnya. Cara ini pernah di coba oleh Demosthenes (ahli pidato Yunani) ketika masih kecil dan menderita gagap.

c. Anak dibawa kedalam lingkungan yang lebih rendah atau kecil seperti anak penderita gagap berumur 6 tahun dibawah kedalam lingkungan anak umur 2 tahun dan mintalah mereka untuk bermain bersama. Anak penderita gagap akan merasa lebih besar dan mereka akan berbicara dengan lancar. Jika cara ini berhasil pada anak umute 2 tahun, tingkatkan lagi ke anak umur 3 tahun, demikian seterusnya sampai pada lingkungan anak itu sendiri.

4. Cara yang paling sukar adalah teknik yang ditemukan oleh Dunlap yang disebut dengan “latihan negatif”. Caranya yaitu anak penderita gagap bermain dan berbicara secara bebas, jika anak tersebut menemui kesulitan, biasanya gagap kambuh. Jika kambuh, mintalah anak untuk menggagap “dengan sengaja”. Menurut Dunlap, jika si anak telah dapat menggagap “dengan sengaja” ia akan dapat berbicara “dengan sengaja” tanpa menggagap.

Demikian cara menyembuhkan gagap pada anak. Orangtua dapat memilih salah satu cara diatas yang cocok dan dikombinasikan dengan kondisi anak. Hal yang paling penting dalam penyembuhan ini berada pada orang yang bersangkutan. Psikiater atau ahli lainnya hanya dapat memberi saran dan rangsangan. Untuk itu tumbuhkan niat sembuh pada diri anak.

Ref : K.Dunlap : Journal of Comparative Psychology, Goodenough F.L : Developmental Psychology.

Topik yang berhubungan:

cara menghilangkan gagap pada anak, sebab gagap, menghilangkan gagap pada anak, mengatasi gagap pada anak, penyebab anak bicara gagap, penyebab anak menjadi gagap, anak 2 tahun gagap, cara menyembuhkan gagap pada anak, cara menyembuhkan anak gagap, penyebab gagap pada balita 2 tahun

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>